Friday, September 26, 2014

REPOST: Meninjau Kembali Datangnya Kesempatan; Kejar atau Berhenti?!

Di dalam hidup, kita pasti pernah merasa titik di mana ada kesempatan dan peluang datang. Seringkali kita diajarkan oleh orang tua, guru, mentor atau pembimbing bahwa “kesempatan tidak datang dua kali”. Jika curhat kepada teman pun, kalimat-kalimat “Kapan lagi Bos?! Sikat lah! Beruntung banget Lu!" sering terlontarkan ketika ada kesempatan yang menghinggapi diri kita. 
Ya begitulah.. Itu kondisi riil yang seringkali ditemui ketika momentum datang yang disokong adanya harapan dari diri kita akan datangnya momentum itu.
Namun, apakah keadaan ini selalu begini template-nya? Apakah memang yang namanya kesempatan, peluang dan momentum itu harus disikat? :)
Saya coba menawarkan cara lain dalam memandang kondisi ini :)
Penguasaan Diri
Menguasai diri kita sendiri itu penting, sangat penting. Karena pada dasarnya, hanya diri kita sendiri yang sebenar-benar tahu apa yang ada pada diri kita, bukan orang lain.
Pada dasarnya tak ada orang-orang yang pernah benar-benar tahu tentang diri kita. Ada rahasia (yang mungkin aib) yang kita simpan mungkin. Hehe
Ketika kesempatan datang, menguasai diri menjadi hal yang penting. Hal ini akan menciptakan kondisi tenang dan memberi kemampuan melihat kesempatan dari segala sudut secara menyeluruh. Melihat secara menyeluruh adalah mencoba mencari tidak hanya poin positif dari kesempatan yang muncul, namun juga poin negatifnya. 
Nah melihat point negatif ini sering terlupakan jika kita tidak bisa menguasai diri kita sendiri ketika kesempatan tiba.
Jalan
Tak jarang juga kesempatan yang hadir bisa menimbulkan perubahan signifikan terhadap jalan hidup yang akan kita pilih selanjutnya.
Bagi sebagian orang mungkin bisa hidup dengan cara mengalir saja. Namun, ada juga yang tidak mau menjalani hidup dengan mengalir. Untuk yang jalani hidupnya dengan mengalir, perubahan jalan karena ada kesempatan bisa jadi tidak masalah. Namun belum tentu hal ini bisa diterima oleh yang hidupnya tidak mengalir.
Nah, meninjau korelasi antara kesempatan dengan jalan hidup yang ingin ditempuh juga merupakan poin yang ingin saya tonjolkan dalam cara pandang ini. 
Memang benar.. Ada banyak orang yang hidupnya berubah drastis ketika kesempatan datang dan jalani dengan hidup yang mengalir.
Namun, tidak semuanya begitu kan? Banyak juga contoh yang ketika memaksakan kesempatan yang datang namun itu tidak sesuai, jadinya gagal :)
Orang Lain
Ini point yang juga ingin saya coba sampaikan. Tentang orang lain yang ada di sekitar kita. Seringkali kesempatan yang datang baik untuk diri kita, namun tidak baik untuk orang-orang yang di sekitar kita. Orang-orang yang dekat, orang-orang yang dicintai ataupun orang-orang yang menaruh harap kepada kita. Faktor ini rasanya juga baiknya mulai dipikirkan.
Rasanya terlalu mulia ya mikirin orang lain? Menurut saya tidak..
Saya rasa ini tentang tanggung jawab. Suka atau tidak, ada banyak orang yang berkorban untuk kita dalam mencapai apa yang kita inginkan. Disadari atau tidak, bisa jadi kesempatan yang datang kepada kita justru disokong sangat kuat oleh orang-orang lain yang ada di sekitar kita.
Bukan karena diri kita sendiri? :)
Reposisi
Setidaknya cara pandang ini yang akan saya gunakan untuk menentukan langkah yang akan diambil ke depan. Pada akhirnya saya sadar, AllahSWT yang ada di balik ini semua. Kita hanya sedang ber-drama di dunia ini :)
Setidaknya kita bisa punya sebuah perspektif lain untuk meninjau kembali datangnya kesempatan, yakni bukan hanya tentang mengejar kesempatan, namun juga berhenti kala kesempatan itu hadir? Agar kita bisa mereposisi kembali diri kita. Hehe

Sumber: http://faldomaldini.tumblr.com/post/98220131311/meninjau-kembali-datangnya-kesempatan-kejar-atau

No comments:

Post a Comment